Home / Uncategorized / HuMa dalam Festival Perhutanan Sosial Nasional (PESONA)

HuMa dalam Festival Perhutanan Sosial Nasional (PESONA)

 

Perkumpulan HuMa Indonesia turut serta dalam kegiatan Festival Perhutanan Sosial Nasional (PESONA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 27 – 28 November 2019. PESONA merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk memfasilitasi penyebarluasan informasi tentang Perhutanan Sosial baik itu produk hasil hutan kayu dan non-kayu komunitas serta pengetahuan tentang kebudayaan-kebudayaan berbasis kearifan lokal yang disampaikan pada perhelatan yang dikomandoi oleh Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL).

Dalam keikutsertaannya memeriahkan Festival PESONA, HuMa menjadikan ajang ini sebagai wadah dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan, kebudayaan serta pengetahuan kearifan local yang dibungkus dalam beberapa film-film pendek serta beberapa publikasi yang menggambarkan serta menceritakannya dalam booth kecil berukuran 3x3m2. Dalam kesempatan PESONA ini tidak mempromosikan produk berupa barang, melainkan produk yang dijual HuMa adalah pengalaman, program kerja HuMa serta pengetahuan-pengetahuan yang dikampanyekan untuk menunjukkan bahwa masyarakat atau masyarakat hukum adat hadir serta dapat unjuk gigi berkenaan dengan potensi dari perhutanan social yang mereka dapatkan, khususnya hutan adat.

Dalam dua hari pelaksanaan, hutan adat yang didampingi bersama-sama dengan Koalisi Hutan Adat sendiri telah banyak menunjukkan hasil dan dapat ditunjukkan kepada khalayak luas. Dengan tampil berbeda, stand/booth HuMa tidak sepi pengunjung. Justru, banyak mahasiswa/i Kehutanan, pegawai KLHK serta beberapa pengunjung dari luar lingkup KLHK hadir dan penasaran dengan apa yang dimuat dalam booth HuMa.

“Adanya booth HuMa yang berbeda dari yang lain cukup menarik, serta memberikan perspektif lain. Karena mayoritas dari yang ditampilkan adalah produk barang, sedangkan HuMa satu-satunya booth yang mempromosikan pengetahuan local serta potensi dari wilayah hutan adat yang mereka damping. Sangat menarik dan dapat memberikan inspirasi bagi teman-teman tELUSURI untuk berpetualang ke hutan adat-hutan adat di seluruh pelosok nusantara” ujar Yovita (Manager Director tELUSURI) yang merupakan bagian dari pengunjung Festival PESONA.

 

 

Check Also

Omnibus Hukum Untuk Keadilan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Lestari

Jakarta, 20 Oktober 2019 –   Bertepatan dengan hari jadi yang ke-18, Perkumpulan HuMa Indonesia meluncurkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *