Home / Pembaruan Hukum dan Resolusi Konflik / Advokasi Publik / Perwakilan Masyarakat Adat di Hollywood: Langkah Maju atau Kisah yang Berulang?

Perwakilan Masyarakat Adat di Hollywood: Langkah Maju atau Kisah yang Berulang?

oleh Courtney Bristow*

The Revenant, film tahun 2015 yang disutradarai oleh Alejandro G. Iñárritu dan dibintangi oleh Leonardo DiCaprio menerima pujian untuk sinematografi, arahan, serta pertunjukannya, terutama aksi DiCaprio dan lawan mainnya Tom Hardy. Film ini memenangkan tiga dari kategori dari dua belas yang dinominasikan di Academy Awards [i]. Dari situ, tentu saja film ini patut kita puji. Visual yang menakjubkan menjadikannya film ini layak ditonton. Salah satu aspek film yang menarik perhatian penonton dan kritikus adalah keterlibatan dan penggambaran penduduk asli Amerika dalam film tersebut. Ada beberapa pendapat tentang masalah ini; beberapa berpendapat menilai bahwa film ini telah membuat langkah besar untuk penyertaan dan penggambaran yang akurat tentang penduduk asli Amerika di bioskop, sementara yang lain berpendapat bahwa yang dilakukannya hanyalah mengabadikan narasi “Penebus Dosa Para Kulit Putih”.

Hollywood memiliki rekam jejak yang agak buruk dalam hal akurasi penggambaran tentang penduduk asli Amerika di bioskop. Banyak sekali film-film tidak melibatkan penduduk asli Amerika dalam proses penulisan dan desain, dan bahkan seringkali karakter-karakter masyarakat asli di sana tidak dimainkan oleh aktor-aktor asli Amerika [ii]. Salah satu contoh baru-baru ini adalah penggambaran Johnny Depp tentang karakter asli Masyarakat Tonto dalam The Lone Ranger (2013). Pada titik inilah banyak yang berpendapat The Revenant telah membuat langkah besar. Sudah jelas sejak awal sutradara Iñárritu ingin mewakili penduduk asli Amerika seautentik mungkin, dimulai dengan casting para aktor asli Amerika seperti; Forrest Goodluck, Duane Howard, Melaw Nakehk’o dan Arthur Redcloud untuk memerankan anggota suku Pawnee dan Arikara, serta banyak orang Pribumi berperan sebagai figuran di sepanjang film [iii]. Selanjutnya, produser merekrut Craig Falcon, seorang konsultan pendidikan budaya, untuk menjadi penasihat budaya dalam film ini [iv]. Di bawah bimbingannya, kostum, set, dan naskah diubah untuk menghasilkan film yang tetap asli bagi orang-orang yang ingin mereka wakili [v]. Falcon membantu DiCaprio dan Hardy untuk belajar Bahasa Arikara, [vi] dan dalam pasca-produksi, dua ahli bahasa dari Universitas Indiana dipanggil untuk membantu membuat bahasa dalam film itu agar seakurat mungkin [vii]. Upaya ini telah menerima banyak pujian dan pengakuan dari masyarakat adat di Amerika. Loren Yellow Bird Sr., pakar bahasa Arikara yang bertindak sebagai konsultan bahasa untuk film tersebut, mengatakan bahwa film ini telah membangkitkan minat besar pada bahasa dan budaya Arikara, “Leonardo dan Alejandro telah memungkinkan sejarah, budaya, dan bahasa kami dilihat oleh dunia. (Sekarang) orang-orang kita perlu terus maju dan melanjutkan pekerjaan ini untuk generasi mendatang” [viii].

Sepanjang abad ke-20, film-film kerap dipenuhi dengan stereotip kasar tentang penduduk asli Amerika, menggambarkannya sebagai orang biadab yang kejam, atau mengasingkannya dengan menjadikan mereka sebagai satu-satunya profesi, yakni dukun yang damai dan menjaga keharmonisan [ix]. Kini narasi itu berganti bahwa ada seorang protagonis kulit putih telah menyelamatkan dan mendidik penduduk asli Amerika dalam menghadapi penjahat ras yang terang-terangan berencana melibatkan genosida bagi kelompok mereka [x]. Telah dikemukakan oleh beberapa kritikus bahwa The Revenant terus memainkan narasi ini, menggunakan penduduk asli Amerika sebagai alat plot belaka, alih-alih benar-benar memberikan suara untuk ‘cerita mereka[xi]. Salah satunya adalah fakta mengenai frontiersmen–Hugh Glass yang diadopsi Revenantuntuk mengeksplorasi pencarian dramatis dalam bertahan hidup dan balas dendam terhadap pria yang membunuh putranya—keturunan suku Pawnee, dan meninggalkannya untuk mati. Faktanya kisah Hugh Glass tidak pernah menikahi perempuan Pawnee dan tidak pernah punya anak, hingga kita dapat bertanya, pada siapa premis film ini didasarkan dan untuk apa? [xii] Selain itu, sub-plot yang berputar di sekitar pemimpin Arikara dan pengejarannya terhadap Trappers yang telah mengambil putrinya, juga diambil dari kisah fiksi, alih-alih mengambil kisah perjuangan nyata penduduk Arikara yang lebih dramatis. Apa yang tampak sebagai kisah inklusif pada pandangan pertama sebenarnya adalah hiasan demi memanusiakan sang protagonis dan mendorong plot lebih futuristik dalam politik saat ini. Film ini justru gagal lepas dari narasi Si Kulit Putih sebagai Juru Selamat (White Saviour) [xiii]. Dalam penciptaan Glass sebagai karakter, seorang yang progresif -ia memiliki istri dan putra Pawnee, ia berbicara bahasa mereka, ia adalah perwujudan dari penjajah yang ‘baik’. Ketika ia menemukan sekelompok penjebak Orang Perancis yang telah menculik putri Kepala Suku Arikara, dialah yang menyelamatkannya dan membantunya melarikan diri, memperkuat ‘kebaikannya’, sementara tidak pernah memberikan waktu di layar kaca kepada gadis itu dan kisahnya bagaimana. Bisa dibilang itu terjadi karena memang bukan itu ceritanya si Glass. Namun, mengingat bahwa peristiwa ini tidak pernah terjadi dalam catatan fakta sejarah, pemirsa mempertanyakan mengapa sub-plot ini begitu penting bagi sutradara dan apa yang ia coba tunjukkan?

Justru satu-satunya momen yang hampir memberi suara bagi masyarakat adat berasal dari aktor Duane Howard dalam karakter Elk-Dog. Ketika dia mencoba bernegosiasi dengan sekelompok penjebak Perancis, dia berkata, “Kalian semua telah mencuri segalanya dari kami. Segala sesuatu! Tanah, tempat tinggal, hewan-hewan.” Namun hal ini tidak pernah ditinjau kembali, tidak pernah diperiksa atau diperluas, dan kesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut tentang tema ini hilang. Seperti halnya Glass sendiri, dalam menghasilkan kisah epik balas dendam dan bertahan hidup. Film ini kehilangan pandangan orang-orang asli dan mengurangi peran mereka untuk merencanakan perangkat, perjuangan yang brutal dan kisah-kisah para korban. Sementara itu tidak ada satu sejarawan pun yang akan berdebat bahwa kisah penduduk asli Amerika adalah perjuangan yang menakutkan, merupakan kompleksitas aksi korban ketika disiksa atas nama kolonisasi Amerika dalam membuat dunia baru. Film ini gagal menunjukkan mereka sebagai karakter yang lebih dalam, lebih kompleks, serta menurunkan peran mereka hanya untuk terus berfungsi sebagai latar belakang, di mana pemimpin perbatasan Amerika yang berani dapat menjadi pahlawan [xiv].

Debat lebih lanjut dipicu oleh pidato penerimaan DiCaprio untuk Aktor Terbaik di Golden Globes. DiCaprio menyebut, “Saya ingin membagikan penghargaan ini untuk semua orang First Nations yang diwakili dalam film ini dan semua komunitas adat di seluruh dunia. Sudah saatnya kami mengenali sejarah Anda dan melindungi tanah adat Anda dari kepentingan perusahaan dan orang-orang yang ada di luar sana untuk mengeksploitasi mereka” [xv]. Banyak orang memuji pengakuan itu. Seorang anggota Native American mengatakan, “Itu adalah pengalaman yang luar biasa bagi Leonardo DiCaprio dalam hal menghargai kami atas penghargaannya memenangkan Golden Globe” [xvi]. Duane Howard mengatakan bahwa dia “tersedak” oleh gerakan itu [xvii]. Di sisi lain berpendapat bahwa pidato DiCaprio adalah sesuatu hal yang “minim” dan bahwa tanpa tindakan di belakangnya, kata-kata itu hanya berfungsi untuk memperkuat narasi bahwa penduduk asli Amerika tetap membutuhkan orang kulit putih untuk berbicara atas nama mereka [xviii].

Pada akhirnya, The Revenant adalah film yang diproduksi dan diperankan dengan memukau. Membutuhkan perhatian besar secara akurat untuk menggambarkan budaya asli dengan kepekaan dan perhatian terhadap detail. Upaya ini jelas telah dicatat oleh penduduk asli Amerika bagi industri ini. Hal ini juga menandai langkah maju inklusif bagi Hollywood. Namun, The Revenant tidak dapat luput dari narasi klasik (White Saviour) ‘Penyelamat Putih’ yang terus membatasi keaslian cerita dan suara penduduk asli Amerika.


[i] Academy of Motion Picture Arts and Sciences. (2019). The 88th Acadamy Awards | 2016. Retrieved January 22, 2019, from Oscars: https://www.oscars.org/oscars/ceremonies/2016

[ii] Boyd, J. (2015). An Examination of Native Americans in Film and Rise of Native Filmmakers. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communications , 6 (1), p. 106.

[iii] IMDB. (2015). The Revenant – Full Cast & Crew. Retrieved January 22, 2019, from IMDB: https://www.imdb.com/title/tt1663202/fullcredits

[iv] Morin, B. (2016, January 7). Meet the man who taught Leonardo DiCaprio to speak the Arikara language in The Revenant. Retrieved January 23, 2019, from APTN News: https://aptnnews.ca/2016/01/07/meet-the-man-who-taught-leonardo-dicaprio-to-speak-the-arikara-language-in-the-revenant/

[v] Ibid.

[vi] Ibid.

[vii] Nolan, B. (2016, February 3). IU linguists provide Arikara and Pawnee dialogue for Oscar-nominated film ‘The Revenant’. Retrieved January 23, 2019, from Indiana University Bloomington: http://archive.inside.indiana.edu/editors-picks/arts-humanities/2016-02-03-the-revenant.shtml

[viii] The Language Conservancy. (2016, February 29). DiCaprio Wins and So Does Arikara. Retrieved January 23, 2019, from Cision PR Newswire: https://www.prnewswire.com/news-releases/dicaprio-wins-and-so-does-arikara-300228039.html

[ix] Boyd, J. (2015). An Examination of Native Americans in Film and Rise of Native Filmmakers, p. 106.

[x] Ibid.

[xi] Wente, J. (2016, January 14). The Revenant is not an indigenous story. Retrieved Janaury 22, 2019, from CBC News: https://www.cbc.ca/news/indigenous/the-revenant-not-an-indigenous-story-1.3404007

[xii] Ibid.

[xiii] Ross, G. (2017, December 6). The Revenant Is Ultimately the Same Old White Savior Stuff for Native People. Retrieved January 22, 2019, from The Huffington Post: https://www.huffingtonpost.com/gyasi-/revenant-review-native-people_b_9005464.html

[xiv] Ibid.

[xv] Wheeler, K. (2016, January 11). Leonardo DiCaprio’s shout out to First Nations cause for introspection. Retrieved from CBC News: https://www.cbc.ca/news/indigenous/leonardo-dicaprio-s-shout-out-to-first-nations-1.3398821

[xvi] Hampshire, G. (2016, Janaury 12). DiCaprio’s Golden Globe speech thrills Maskwacis, Alta., extras. Retrieved January 22, 2019, from CBC News: https://www.cbc.ca/news/canada/edmonton/dicaprio-s-golden-globe-speech-thrills-maskwacis-alta-extras-1.3399409

[xvii] Schilling, V. (2016, February 4). The Revenant’s Elk Dog: A Conversation with Duane Howard. Retrieved January 23, 2019, from Indian Country Today: https://newsmaven.io/indiancountrytoday/archive/the-revenant-s-elk-dog-a-conversation-with-duane-howard-2czyI-M-akWFFQUmkobxBw/

[xviii] Lange, A. (2016, January 15). Native American Groups Officially Respond To Leonardo DiCaprio’s Call To Action. Retrieved January 23, 2019, from Buzzfeed News: https://www.buzzfeednews.com/article/arianelange/leonardo-dicaprio-golden-globes-native-americans.

 

Bibliography

Academy of Motion Picture Arts and Sciences. (2019). The 88th Acadamy Awards | 2016. Retrieved January 22, 2019, from Oscars: https://www.oscars.org/oscars/ceremonies/2016

Boyd, J. (2015). An Examination of Native Americans in Film and Rise of Native Filmmakers. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communications , 6 (1), 105-113.

Hampshire, G. (2016, Janaury 12). DiCaprio’s Golden Globe speech thrills Maskwacis, Alta., extras. Retrieved January 22, 2019, from CBC News: https://www.cbc.ca/news/canada/edmonton/dicaprio-s-golden-globe-speech-thrills-maskwacis-alta-extras-1.3399409

IMDB. (2015). The Revenant – Full Cast & Crew. Retrieved January 22, 2019, from IMDB: https://www.imdb.com/title/tt1663202/fullcredits

Iñárritu, A. G. (Director). (2015). The Revenant [Motion Picture].

Lange, A. (2016, January 15). Native American Groups Officially Respond To Leonardo DiCaprio’s Call To Action. Retrieved January 23, 2019, from Buzzfeed News: https://www.buzzfeednews.com/article/arianelange/leonardo-dicaprio-golden-globes-native-americans

Morin, B. (2016, January 7). Meet the man who taught Leonardo DiCaprio to speak the Arikara language in The Revenant. Retrieved January 23, 2019, from APTN News: https://aptnnews.ca/2016/01/07/meet-the-man-who-taught-leonardo-dicaprio-to-speak-the-arikara-language-in-the-revenant/

Nolan, B. (2016, February 3). IU linguists provide Arikara and Pawnee dialogue for Oscar-nominated film ‘The Revenant’. Retrieved January 23, 2019, from Indiana University Bloomington: http://archive.inside.indiana.edu/editors-picks/arts-humanities/2016-02-03-the-revenant.shtml

Ross, G. (2017, December 6). The Revenant Is Ultimately the Same Old White Savior Stuff for Native People. Retrieved January 22, 2019, from The Huffington Post: https://www.huffingtonpost.com/gyasi-/revenant-review-native-people_b_9005464.html

Schilling, V. (2016, February 4). The Revenant’s Elk Dog: A Conversation with Duane Howard. Retrieved January 23, 2019, from Indian Country Today: https://newsmaven.io/indiancountrytoday/archive/the-revenant-s-elk-dog-a-conversation-with-duane-howard-2czyI-M-akWFFQUmkobxBw/

The Language Conservancy. (2016, February 29). DiCaprio Wins and So Does Arikara. Retrieved January 23, 2019, from Cision PR Newswire: https://www.prnewswire.com/news-releases/dicaprio-wins-and-so-does-arikara-300228039.html

Wente, J. (2016, January 14). The Revenant is not an indigenous story. Retrieved Janaury 22, 2019, from CBC News: https://www.cbc.ca/news/indigenous/the-revenant-not-an-indigenous-story-1.3404007

Wheeler, K. (2016, January 11). Leonardo DiCaprio’s shout out to First Nations cause for introspection. Retrieved from CBC News: https://www.cbc.ca/news/indigenous/leonardo-dicaprio-s-shout-out-to-first-nations-1.3398821

Gambar istimewa oleh IMDB Poster dalam https://www.pinterest.com/pin/302374562464110190/

*Courtney Bristow adalah mahasiswi Universitas Adelaide, Australia. Tertarik pada hukum lingkungan dan perjuangan masyarakat adat, serta hubungan dan relasi internasional terkait kebijakan lingkungan. Saat ini ia tengah magang di Huma.

Check Also

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tentang Hutan Adat dan Hutan Hak (PERMENLHK 21/2019)

Pada tahun 2015, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menerbitkan Peraturan Menteri Nomor P.32/Menlhk-Setjen/2015 tentang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *