Data Spasial

Konflik Sumber daya Alam dan Agraria baik dari sector pertambangan, perkebunan, kehutanan dan sector lainnya sepertinya tidak kunjung menurun dari tahun ketahan. Misalnya konflik di perkebunan kelapa sawit menurut Data Sawit Wacth pada 2010 meningkat dua kali lipat dibandingkan 2009. Menurut Analisis Sawit Wacth Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/ Permentan/OT.140/2/2007 telah meningkatkan risiko konflik agraria di kawasan perkebunan sawit. ”Pertama, mengubah batasan luas kebun sawit tiap perusahaan di satu provinsi dari 20.000 hektar menjadi 100.000 hektar. Kedua, peraturan itu menyatakan, jika dalam tiga tahun pembebasan tanah pemegang izin tidak melebihi 50 persen, izin akan dicabut. Itu membuat perusahaan berpacu membebaskan lahannya dengan segala cara.

Konflik agraria pada 2011 diperkirakan semakin bertambah. ”Moratorium penerbitan izin baru dalam kerja sama Indonesia- Norwegia tidak akan mengurangi konflik agraria di kawasan perkebunan sawit. Karena Pemerintah telah menerbitkan izin prinsip atas areal hutan seluas 26 juta hektar. Sementara perkebunan sawit yang telah terealisasi baru 9 juta hektar. Masih ada 15 juta hektar hutan yang bisa dikonversi menjadi perkebunan sawit dan itu pasti akan menimbulkan berbagai konflik agraria baru.

Berdasarkan data Departemen Kehutanan yang melakukan analisis desa di dalam kawasan hutan di 17 propinsi ditemukan Dari 38.565 desa yang dicakup pada kegiatan identifikasi desa di dalam dan di sekitar kawasan hutan, terdapat 9.103 desa yang berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan (23,60 persen) sedangkan sisanya 29.462 desa (76,40 persen) berada di luar kawasan hutan. Berdasarkan penyebaran jumlah desa menurut fungsi pokok kawasan hutan, sebagian besar desa berada pada kawasan hutan lindung (9,44 persen).

Organisasi jaringan nasional seperti SW, HuMA, JKPP, KpSHK, KPA dan Jatam telah membangun inisiatif bersama untuk membangun database wilayah kelola rakyat, konfik PA-PSDA yang dilengkapi dengan peta sebaran. Hasil inisiatif ini telah menghasilkan webgeodatabase (www.geodata-cso.org) versi 0.2.

Geodata CSO, merupakan data berbasis spatial mengenai konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Agraria. CSO yang tergabung di Geodata ini seperti Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif, HuMA, Perkumpulan Sawit Wacth, Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), Konsorsium Pendukung Hutan Kerakyatan (KpSHK), Jaringan Advokasi Tambang.

Link Geodata-CSO : http://geodata-cso.org/