Cerita dari Wana (1)

IMG_1237

Banyak hal dapat kita lakukan agar laku sejarah perjalanan kita dan pendahulu kita tetap sampai pada anak cucu kita. Di Wana Posangke, Sulawesi Tengah (1-15 Mei 2016) saya hanya melakukan sedikit dari banyak hal itu. Memotret, berbincang, dan berkelakar. Semoga dari  catatan yang sedikit ini dapat berbicara banyak bagi perjalanan sejarah kita.

IMG_1302

Kawula muda sedang gandrung-gandrungnya dengan film AADC2 dan Civil War saat itu. Sebagai pemuda yang selalu up to date dan kekinian, saya harus rela menanggalkan film-film teranyar itu untuk menemani penelitian seorang kawan. Wajah ayu Dian Sastro pun sirna seketika.

Tubuhnya yang besar dan rambutnya yang gondrong bukan jadi alasan ketakutan saya untuk menemani. Paling tidak saya penasaran mengenai metode memotret kebudayaan agraria sebagai kebuntuan advokasi pengakuan masyarakat hukum adat selama ini.

Ialah Sentot Setyasiswanto, atau biasa saya panggil Mas Sentot. Peneliti yang berdomisili di Kalimantan Barat ini menjelaskan arti penting sebuah foto. Ia tak hanya sekadar menghadirkan sajian yang belum direkam publik, tapi ia juga menyampaikan pesan dari orang-orang kampung.

Kadang potret tak sekadar hanya proses fotografi. Potret jadi metafor kita dalam menelaah makna kehidupan. Jadi tafsir manusia atas fakta yang ada. Singkat cerita, kami pun berangkat menuju Wana Posangke, Sulawesi Tengah dari 1-15 Mei 2016. (Bersambung).***

IMG_1272

 

*Foto dan teks oleh Agung Wibowo

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>