Mempertanyakan Kembali Kebijakan Pertanahan dan SDA

MASALAH penguasaan tanah dan sumber daya alam (SDA) sangat relevan untuk dipersoalkan pada saat ini. Sepanjang masa reformasi yang berlangsung sejak 1998, di seantero pedesaan Indonesia, telah terjadi perubahan-perubahan yang penting dalam konteks tata penguasaan tanah dan kekayaan alam, seperti hutan, sumber-sumber tambang, air, pesisir dan laut.

Perubahan konteks dari ”siapa yang dapat memiliki, menggunakan, dan mengelola, serta siapa yang mengontrol akses atas tanah dan kekayaan alam, dan siapa yang memperoleh manfaat darinya”, atau dalam bahasa pemerhati masalah sosial disebut dengan land and resource tenure itu, telah menjadi pusat perhatian penduduk setempat, para akademisi, aktivis gerakan sosial, manajer dan/atau konsultan-konsultan proyek, serta para pengelola usaha-usaha kegiatan konservasi, maupun para pegawai pemerintahan di pusat maupun di daerah, baik

yang bekerja di belakang meja maupun di lapangan.

Baca Selengkapnya : Suara Pembaruan 11 Okt. 04 – Mempertanyakan Kembali Kebijakan Pertanahan dan SDA

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>